Cerita Sukses Wahyu Lies Sundoro Berbisnis Kaos Kata Pelesetan

Muda, memiliki usaha yang menjanjikan, dan cerdas, itulah kira-kira frasa yang tepat untuk mendeskripsikan Wahyu Lies Sundoro. Sarjana Kimia dari Universitas Gajah Mada ini sejaka beberapa tahun terakhir dikenal sebagai pengusaha sukses kaos dengan kata-kata pelesetan.

Cerita Sukses Wahyu Lies Sundoro Berbisnis Kaos Kata Pelesetan

Sebelum mencapai kegemilangan dalam bisnisnya kini, Wahyu yang masih kuliah saat itu sempat bekerja sebagai tim kreatif perusahaan ternama di Yogyakarta. 5 tahun ia berkutat dengan desain dan mengolah kata-kata di tempat tersebut.

Walau berkarir di tempat usaha orang lain, ia juga menjalankan sendiri dagangannya. Bermodalkan pinjaman uang teman, Wahyu mulai bisnis percetakan kaosnya dari jumlah orderan kecil yakni sekitar satu lusin.

Pada 2004, dengan tekad bulat mendirikan bisnis periklanan rumahan yang mengerjakan pesanan di kampungnya. Dua tahun berjalan, ia kemudian merilis usaha kaus kreatif sendiri yang bernama Adaideaja Corporation.

Keberhasilan kembali ia peroleh. Oleh karena hal itu, ia semakin semangat melebarkan usaha. Berdasarkan penuturan Wahyu, Adaideaja kini memiliki tiga bidang usaha, yaitu budidaya kaus pelesetan, periklanan (namanya AdverSinting yang memiliki spesialisasi membuat konsep branding kreatif), coklatKanada (suvenir cokelat dengan kemasan customized), dan boneka wayang.

Lebih lanjut dikatakan Wahyu, jika biasanya produsen clothing melakukan promosi lewat pameranclothing, ia tidak seperti itu. Sejak 2007, akunya, ia justru memanfaatkan media social untuk menjual ide-ide desainnya.

Dengan penuh keberanian, Wahyu mengatakan bahwa pada dasarnya ia tidak berjualan baju. Namun yang ia tawarkan kepada orang-orang adalah pemikiran-pemikirannya berkaitan dengan bisnis yang ia tekuni.

Pada 2013, Wahyu menyatakan kapasitas produksi kausnya mencapai 3 ribu potong per hari. Untuk mengerjakan semua itu, ia dibantu 12 karyawan. Sementara untuk penjualannya, ia menggunakan jalur keagenan. Sampai dengan saat ini saja, total agennya mencapai 1.023 agen.

Tak ingin mengandalkan pemasukan dari penjualan agen, Wahyu pun membangun sistem business opportunity (BO), yang dipelesetkan oleh dirinya sendiri menjadi business oblongtunity, sehingga kausnya dijual dalam satu gerai tersendiri.

Sampai sekarang, ia memiliki 15 gerai yang tersebar di Jakarta (dua gerai), Bogor, Tangerang, Banjarmasin, Balikpapan, Batam, Sumbawa, Solo, Yogya (dua gerai), Banyuwangi, Bandung, Cirebon dan Purwokerto.

Meski sudah cukup enak dengan apa yang dimilikinya, Wahyu sendiri memiliki satu cita-cita yang ingin diwujudkannya yakni dirinya mau menjadi konsultan UKM dengan spesialisasi komunikasi merek. Jika tetap tekun belajar dan rendah hati, sepertinya hal tersebut bisa diraihnya.

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someonePin on Pinterest